• Sun. Nov 27th, 2022

Arenasumbar.com

Arena Olahraga Sumatera Barat

Bencana stadion Indonesia: hanya empat paramedis yang bersiaga di dalam lapangan

Byselasa

Oct 11, 2022

Kepala kesehatan setempat mengatakan pertandingan telah dianggap ‘tidak berbahaya’ karena penggemar tandang telah dilarang untuk mencegah kekerasan

Hanya empat paramedis yang bersiaga di dalam stadion sepak bola di Indonesia di mana 131 orang tewas dalam kerumunan, dengan 12 lainnya di dekatnya, kata kepala dinas kesehatan masyarakat setempat, menjanjikan evaluasi menyeluruh atas tanggapan tersebut.

Pertandingan itu tidak dianggap sebagai ajang berisiko tinggi karena hanya suporter Arema, pihak tuan rumah, yang hadir, kata Wiyanto Wijoyo, kepala dinas kesehatan masyarakat kabupaten Malang. Pendukung tim lawan, Persebaya Surabaya, yang memenangkan pertandingan, telah dilarang sebagai tindakan pencegahan untuk mencegah kekerasan di antara penggemar saingan.

“Kami memperkirakan bahwa itu harus menjadi pertandingan yang aman dan tidak berbahaya. Kejadian yang terjadi pada 1 Oktober itu murni di luar prediksi kami,” katanya. Jumlah ambulans yang bersiaga di pertandingan tergantung pada permintaan yang dibuat oleh panitia Liga Indonesia Baru, yang menyelenggarakan semua pertandingan sepak bola di Indonesia, katanya.

Setelah bencana itu, kepala menteri keamanan Indonesia, Mahfud MD, mengatakan bahwa 42.000 tiket telah dikeluarkan untuk stadion yang menampung maksimal 38.000 orang.

Wiyanto mengatakan paramedis menghadapi kesulitan masuk ke dalam stadion dan bahwa responsnya juga terhambat oleh adegan kacau di jalan-jalan sekitarnya, yang penuh dengan lalu lintas, memperlambat kendaraan darurat.

Kekacauan turun di stadion setelah invasi lapangan oleh penggemar mendorong polisi untuk menembakkan gas air mata, termasuk, kata saksi, ke tribun, tanpa peringatan. Penggunaan gas air mata di dalam stadion, yang bertentangan dengan panduan Fifa, menyebabkan kepanikan ketika orang-orang bergegas pergi. Keterlambatan dalam membuka gerbang stadion juga berkontribusi pada bencana tersebut, menurut asosiasi sepak bola nasional Indonesia.

Secara total, 547 orang terluka dalam insiden tersebut, yang merupakan salah satu bencana stadion olahraga paling mematikan di dunia.

“Kami masuk dengan personel terbatas, sementara korban melebihi jumlah kami. Kami akhirnya meminta cadangan dan semua ambulans di kabupaten Malang dikerahkan. Ada sekitar 50 ambulans lagi yang membantu mengangkut orang-orang dengan kondisi parah di ambang kematian, serta jenazah untuk dibawa ke rumah sakit terdekat,” katanya.

50 ambulans yang dikerahkan antara lain kendaraan milik swasta, upaya warga maupun pemerintah.

“Kendalanya bukan hanya kasus kesiapan medis. Tapi juga jarak antara rumah sakit terdekat dan stadion, karena memang cukup jauh. Dan ketika saya tiba, banyak korban jiwa yang tidak bisa hadir,” kata Wiyanto yang dikerahkan ke rs Wava Husada dan RS Kanjuruhan

Beberapa yang terluka juga dirujuk ke rumah sakit Saiful Anwar, katanya, yang memakan waktu 90 menit hingga dua jam dengan mobil.

Rumah sakit juga berjuang untuk mengatasi jumlah yang terluka, tambahnya.

“Staf kami kewalahan karena jumlah pasien melebihi jumlah kami di rumah sakit. Tidak ada staf medis yang siap untuk itu. Kejadian ini terjadi dalam sekejap mata.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dari kejadian ini dan mengambil pelajaran darinya,” katanya.

Tim pencari fakta juga telah dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk menyelidiki bencana tersebut, sementara Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan audit terhadap stadion di seluruh negeri.

Enam orang, termasuk polisi dan penyelenggara pertandingan, menghadapi dakwaan pidana atas bencana tersebut. Kepala polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat bahwa para tersangka termasuk administrator divisi sepak bola profesional top negara itu, yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa stadion memiliki sertifikat operasi yang tepat. Prabowo menduga stadion di kota Malang itu tidak memenuhi persyaratan sertifikasi dan belum diverifikasi dengan baik.

Tiga petugas polisi yang menggunakan gas air mata, kepala panitia penyelenggara dan kepala petugas keamanan klub asal, Arema FC, juga telah didakwa.

Mereka didakwa dengan kelalaian kriminal yang menyebabkan kematian, yang membawa hukuman penjara maksimal lima tahun jika terbukti bersalah.

Widodo mengatakan negara itu tidak akan menghadapi sanksi dari Fifa atas insiden itu, yang menyatakan bahwa presiden badan itu, Giani Infantino, telah menulis surat kepadanya untuk mengatakan negara itu akan tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan yang diikuti oleh 24 negara dari lima benua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *