Arena Olahraga Sumatera Barat

Jelang AFC Pro, Nilmaizar Temukan Gairah dan Sexy-nya Sepakbola Di Pelosok Lima Puluh Kota

Pulang ke daerah asal, Nilmaizar sambangi Kapur IX dan Pangkalan

arenasumbar.com – Jelang berangkat ikuti kursus kepelatihan AFC Pro modul 1 di Yogyakarta, 14 – 20 April 2018, Nilmaizar salah seorang sosok fenomenal bagi persepakbolaan Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh khususnya, menyambangi daerah asal selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 7-8 April 2018 lalu.

Itu dilakukan mantan pelatih Tim Nasional Indonesia ini demi melihat gairah, spirit dan antusias sepakbola yang ingin disampaikan masyarakat di Kecamatan Kapur IX dan Pangkalan di Kabupaten Lima Puluh Kota nan terpendam dan mungkin minim pantauan stake holder persepakbolaan termasuk dirinya.

Dua hari mengesankan bagi seorang Nil. Bermalam disana, menggugah asa warga dua kecamatan yang menyambutnya sangat antusias.

Selain bersilaturahmi, pria yang pernah menembus Eropa selaku pesepakbola pada usia muda itu turut memotivasi bakat-bakat terpendam talenta pesepakbola Lima Puluh Kota dengan memberikan coaching clinic dan menjadi bintang tamu pertandingan final turnamen sepakbola yang digelar masyarakat setempat.

Sosok seorang Nilmaizar di dua kecamatan paling ujung Kabupaten Limapuluh Kota itu ternyata cukup popular, terutama di kalangan generasi muda dan komunitas olahraga sepakbola disana.

Menyimak apa saja yang dilalui bapak dua orang putri ini, berikut arenasumbar.com rangkum lewat paparan singkat.

 – Coaching Clinic di Lubuak Alai

Hari Sabtu (7/4), sesudah menempuh dua jam lebih perjalanan dari kediamannya di Kota Payakumbuh, Nil sore harinya langsung memberikan coaching clinic di Lapangan sepakbola Lubuk Alai, Kecamatan Kapur IX.

Popularitasnya sebagai sosok sebagai pelatih level atas nasional, apalagi pernah menagani Timnas Indonesia, memang menjadi daya tarik tersendiri.

Sekitar 200 peserta dari berbagai tingkatan usia datang ke acara tersebut. Tidak hanya dari Nagari Lubuk Alai, tapi juga dari nagari-nagari sekitarnya, seperti Muaro Paiti, Sialang, Galugua, Gunuang Malintang, Durian Tinggi.

Walau coaching clinic hanya berlangsung satu jam, dengan materi dasar-dasar sepakbola dan diakhiri game, namun antusias peserta tetap tinggi. Karena style khas Nil yang keras dan tegas jika dilapangan tereksplorasi dengan sendirinya.

Ditambah para peserta yang bisa dilatih langsung oleh pelatih sekaliber Nilmaizar adalah kesempatan langka yang pastinya tak akan datang setiap hari.

Selain peserta, masyarakat umum juga banyak yang datang, karena harus diakui magnet yang membawa mereka adalah nama besar Nilmaizar. Rata-rata warga mengatakan, jika selama ini hanya melihat sosok Nilmaizar di televisi, tapi sekarang bisa melihat langsung.

Tak ayal, Coach Nil pun menjadi sasaran permintaan foto bersama atau minta berswafoto. Kewalahan sudah pasti, karena permintaan foto bersama seakan tak putus-putusnya. Sambutan publik pun sangat positif terhadap kehadiran dirinya. Ada nuansa “sexy” sepakbola yang tersuguhkan didepan mata eks. pelatih Semen Padang FC itu.

– Coaching Clinic di Gunung Malintang.

Setelah menginap semalam di Muaro Paiti, Minggu pagi, 8 April 2017 kegiatan bergeser ke Kecamatan Pangkalan Koto Baru, tepatnya di Nagari Gunung Malintang. Disini juga digelar coaching clinic untuk anak- anak usia muda.

Sama seperti di Lubuk Alai, antusias peserta juga luar biasa. Meski sempat tertunda oleh hujan yang mengguyur, tapi acara tetap berlangsung penuh semangat. Tak ada bedanya dengan suasana di Lubuk Alai.

– Bintang Tamu di Laga Final Sepakbola Antar Nagari

Hari terakhir, Minggu (8/4) sore, Nil melanjutkan aktifitas memenuhi undangan menyaksikan final turnamen sepakbola antar nagari di Lapangan Sepakbola Lubuk Alai.

Memang cuma pertandingan antar kampung, namun meriahnya tak kalah riuh dengan kompetisi Liga resmi. Sekitar 5 ribu penonton dari Lubuk Alai dan nagari-nagari sekitarnya, hadir ke lapangan. Tak ubahnya sebuah ajang pesta rakyat.

Datang di saat yang tepat, itulah ungkapan yang paling pas untuk kehadiran Nil. Pertandingan sendiri biasa-biasa saja dari segi kualitas permainan, tapi yang jadi pembeda adalah kehadiran seorang Nilmaizar.

Suasana pertandingan dan suasana ditengah penonton jadi lebih berwarna dengan kehadiran seorang Nilmaizar. Reporter pertandingan pun getol dan berulang-ulang meneriakan dan mengumukan keberadaan seorang pelatih level nasional di tengah-tengah mereka.

Sebelum pertandingan Coach Nil juga didaulat memberikan arahan dan nasehat untuk pemain, dan ditutup ending yang manis menyerahkan Piala kepada pemenang.

Selanjutnya, Coach Nil dihadapkan situasi yang sudah biasa dialaminya, ajakan foto bersama dan swafoto dari para pemain dan penonton umum. Hanya karena gelapnya malam yang datang menjelang melerai permintaan foto bersama.

– Kisah Mak Nanun Bertemu Nilmaizar

Disela-sela kunjungan ke Kapur IX dan Pangkalan, tak dinyana Nilmaizar bertemu dengan seorang penggemar fanatiknya. Bukan seorang pemuda atau pesepakbola hebat, tapi seorang nenek – nenek berusia 61 tahun. Mak Nanun, panggilan akrab wanita bernama Nurbaina itu.

Uniknya, Mak Nanun seorang penggemar sepakbola. Tidak ada cara televise yang ditontonnya, kecuali pertandingan sepakbola. Bahkan acara senetron , reality show, atau ajang pencarian bakat yang menjamur di televisi sama sekali tak menarik baginya.

Karena hobi sepakbola itulah, nenek ini menjadi fans berat Nil yang selama ini dilihatnya di televise. Mak Nanun paling suka melihat aksi dan gaya melatih yang selalu ekspresif di pinggir lapangan.

Ceritanya, Mak Nanun, saking fansnya kepada Nil, saat tim Semen Padang kalah dalam satu pertandingan di Piala Presiden 2017, Mak Nanun tiba-tiba pingsan. Hal ini membuat panik keluarganya.

Setelah sadarkan diri, ternyata dia tak tahan melihat raut muka sedih Nil yang terekam di layar televisi karena kekalahan itu.

Cerita Mak Nanun pingsan itulah yang membuat Nil datang mengunjungi fans fanatiknya yang unik tersebut di kediamannya di Nagari Gunung Malintang, Kecamatan Pangkalan. Sungguh pertemuan yang tak disangka sangka.

Tuntas sudah kunjungan Nilmaizar ke Kapur IX dan Pangkalan, daerah yang sejatinya punya antusias publik yang luar biasa.

Meski hanya sebuah derah di penghujung Limapuluh Kota, Kapur IX adalah tempat sepakbola hidup dan tumbuh dengan alami, dikarenakan masyarakatnya yang menggandrungi sepakbola. Setengah berselorah, ada masyarakat setempat yang mengatakan, sepakbola adalah “agama kedua” bagi masyarakat. setempat.

Sebuah kampung yang tak pernah sepi dari aktifitas sepakbola. Nil menemukan, menyaksikan dan menikmatinya disana, dan berharap suatu saat nanti, kunjungannya bisa memberi arti terwujudnya pesan sepakbola bagi Sumatera Barat dan bukan lagi sekedar asa. SEMOGA COACH! (*/RMO)

Komentar

Komentar

Berita Terkait