Arena Olahraga Sumatera Barat

Menang 2-0 Kontra Solok FC, Semen Padang FC Masih Biasa Saja?

Awali Uji Coba Resmi

PADANG – Semen Padang FC mengantongi kemenangan perdana dengan skor 2-0 pada pertandingan uji coba resmi pertama kalinya yang selesai di Stadion H. Agus Salim Padang. Rabu sore (24/1).

Walaupun menang, pola permainan skuad Semen Padang masih labil. Dan terlihat belum padu. Terutama di babak pertama, sejak kick-off laga yang dipimpin oleh wasit Candra, anak asuh Syafrianto Rusli minim kreatifitas dalam menciptakan peluang berbahaya di area pertahanan Solok FC yang mayoritas diperkuat sejumlah pemain muda kelahiran 1998.

Sejumlah peluang memang sempat mengancam gawang Solok FC yang dikawal Rival. Hanya saja penyelesaian akhir Ananias Fingkrew, Elthon Maran maupun Irsyad Maulana jauh dari sempurna. Cenderung sering kehilangan momentum. Akibatnya tidak menemui sasaran.

Semen Padang FC yang menampilkan starter babak pertama, Ahmad Iqbal Bachtiar (penjaga gawang); Hengki Ardiles (c), Febly Gushendra, Ahmad M, Leo Guntara (Belakang). Kemudian lini tengah Finno Andrianas, Fridolin Kristof Yoku, Rudi. Dan trio penyerang Irsyad Maulana, Ananias Fingkrew, Elthon Maran. Mereka kerap kesulitan menembus pertahanan ketat Solok FC yang dijaga kwartet Yogi Septiawan, Dhandy Hardian, Yoga Ramadhan dan Kurnia Ridho.

Tim bernama lian Kabau Sirah baru bisa memecahkan kebuntuan pada menit ke-44 melalui Rosad Setiawan, yang baru masuk menggantikan Rudi melalui sepakan keras dari luar kotak penalti, yang tak mampu dijangkau Rival.

Babak kedua, Syafrianto Rusli mengganti mayoritas starter dengan memasukan deretan pemain muda yaitu Bek kanan Ibrahim Sanjaya, Bek kiri Ardi Idrus. Seterusnya menarik keluar Irsyad, Elthon Maran, Ananias Fingkrew dengan Apriyogi, Mardiono, Ronaldo Eko Yulianto dan Guguk Gumelar.

Masuk darah muda itu, sedikit meningkatkan agresi Semen Padang FC. Tetapi masih mampu diladeni Solok FC yang menyelipkan empat pemain senior berpengalaman, Yoga Ramadhan, Bayu Resman, Agnef Syafantri dan Anggia Tofano.

Paruh babak kedua, aliran serangan Semen Padang FC menemukan polanya. Tusukan-tusukan yang dilakukan Rosad, Ronaldo Eko, Mardiono dan Apriyogi merepotkan dan mengancam pertahanan Solok FC. Alhasil, Apriyogi berhasil menggandakan skor melalui akselerasinya menyambut umpang panjang Fridolin dari lini tengah. Dengan mudah mantan pemain Semen Padang U-21 itu menaklukan Rival.

Tertinggal, Solok FC bukan tanpa perlawanan. Mengandalkan serangan akibat tekanan pemain-pemain Semen Padang. Anak asuhan eks. pemain Timnas Indonesia, Herman Pulalo sesekali berhasil merepotkan penjaga gawang Mukhti Alhaq.

Perlawanan sengit Solok FC nyaris memperkecil kedudukan. Sundulan Yoga Ramadhan menyambut sepak pojok Kurnia Ridho membentur mistar dan memantul. Beruntung bagi Semen Padang FC, rebound Agnef Syafantri melewati mistar gawang. Hingga babak kedua tuntas, skor 2-0 untuk keunggulan Semen Padang FC.

Usai laga manager tim Semen Padang FC Win Bernadino mengakui permainan Hengki Ardiles cs masih belum menemukan konsistensi. Tapi dirinya cukup optimis akan semakin berkembang.

Apalagi empat pemain absen pada duel uji coba resmi pertama kalinya itu. Mereka adalah duet bek tengah andalan, Agung Prasetyo dan Novrianto serta Manda Cingi dan Abdul Rahman Lestaluhu akibat terkena cedera ringan.

Untuk sementara Win Bernardino tetap menyatakan cukup puas dengan hasil ini. Dia juga memberi apresiasi untuk Solok FC yang mampu memberikan perlawanan sengit kepada Semen Padang.

“Hasil hari ini cukup lumayan untuk kita. Saya harap semakin baik dipertandingan tur Sumbar mendatang yang akan menghadapi empat tim lokal lainnya. Pekan ketiga Januari ini, sebenarnya tim pelatih masih fokus membenahi segi fisik pemain. Tapi sambil berjalan progres ditingkatkan dengan ujicoba melihat kondisi mereka dalam situasi pertandingan,” ucap Win sehabis laga.

Sebaliknya pelatih Solok FC Herman Pulalo mengaku puas dengan permainan anak asuhnya. Meski kalah secara hasil akhir yang kebobolan dua gol. Namun ada sisi [ositif yang didapat dari lawan yang levelnya diatas mereka.

“Nilai plus kita hari ini, selain semangat juang anak-anak yang tinggi, mereka berani pegang bola dan mau bertarung. Tinggal terus memolesnya perlahan-lahan mengingat masih panjang waktu kita sebelum Liga 3 mulai di tingkat Provinsi,” jelas Herman.

Komentar

Komentar

Berita Terkait