Arena Olahraga Sumatera Barat

PSPS Riau Pilih Pelatih Asal Sumbar Jadi Arsitek Musim 2018

Jafri Sastra Pilih PSPS Riau

PADANG – Jafri Sastra dipastikan menjadi pelatih PSPS Riau untuk kompetisi Liga 2 Indonesia 018 yang akan datang setelah mencapai kesepakatan dengan manajemen tim asal provinsi kaya minyak itu.

Pelatih 54 tahun itu dipastikan menggantikan posisi Philep Hansen Maramis sebagai nahkoda tim Asykar Bertuah.

“Dalam pertemuan dengan manajemen Jumat malam, (15/12) telah dicapai kesepakatan dengan pihak Jafri Sastra,” kata Teza Taufik, Media Officer PSPS Riau seperti dari BolaSport.

“Insya Allah kontrak akan segera ditandatangani secepatnya, karena Jafri ingin langsung bekerja,” ujar Teza dilaman potretnews.

Hal itu dibenarkan oleh Jafri Sastra sendiri yang mengaku sudah menemui kesepakatan secara lisan dengan manajemen PSPS. Dirinya memang berada di Pekanbaru bersama keluarga besar untuk melakukan pertemuan dengan manajemen tim.

“Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan secara lisan dengan manajemen. Tinggal nanti penandatanganan kontrak saja. Intinya sudah ada kecocokan,” ungkap Jafri Sastra, Sabtu (16/12).

Pelatih asal Sumatera Barat itu menambahkan, PSPS jadi tim paling serius yang memintanya sebagai pelatih.

Selain itu, tim yang musim lalu menembus babak 8 besar Liga 2 itu memiliki program yang jelas menghadapi musim depan.

“Ada target yang diberikan manajemen, yakni tim ini memiliki target lolos ke Liga 1. Tentu ini jadi tantangan saya bagaimana mengembalikan PSPS ke kasta tertinggi,” kata Jafri Sastra.

Seperti diketahui, nama besar sosok Jafri diawali ketika melatih di Semen Padang FC menggantikan posisi Nilmaizar yang ditunjuk PSSI selaku pelatih Timnas Indonesia pada tahun 2012.

Pada 2013, Jafri Ia kemudian berhasil membawa Semen Padang FC sampai perempat final Piala AFC 2013 dan sebagai juara Liga Primer Indonesia 2013.

Pada 11 November 2013, manajemen Semen Padang FC memperpanjang kontrak Jafri Sastra sampai musim kompetisi 2014, hasil klub berjulukan Kabau Sirah tampil hingga Babak 8 Besar Indonesia Super League (ISL) 2014.

Pada awal 2015, posisi Jafri sebagai pelatih digantikan kembali oleh Nilmaizar pasca menuai hasil kurang menyakinkan kala menggelar program persiapaan awal menyongsong musim kompetisi ISL 2015 yang akhirnya terhenti akibat sanksi FIFA kepada PSSI.

Di tahun 2016, Jafri membawa Mitra Kukar memenangi gelar turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS) dengan mengalahkan mantan klub besutannya Semen padang di final.

Awal 2017, Jafri meninggalkan Mitra Kukar untuk mencoba peruntungan bersama Persipura Jayapura. Namun hanya berjalan kuarang separo musim. Jafri digantikan Liestiadi tapi berlabuh kembali ke Mitra Kukar.

Jafri tidak tuntas menangani Mitra Kukar sampai akhir musim Liga 1 Indonesia 2017. Dirinya mengundurkan diri dan diganti caretaker asisten pelatih Sukardi.

Komentar

Komentar

Berita Terkait