Arena Olahraga Sumatera Barat

Terdampar Di Liga 2, Semen Padang FC Buka Lembaran Baru Generasi Penjaga Gawang

Nol Kilometer dari Liga 2 2018

PADANG – Benteng terakhir lini pertahanan Semen Padang FC cuma menyisakan seorang penjaga gawang berusia muda dari skuad musim Liga 1 Indonesia 2017 yakni Rendy Oscario Sroyer (20 tahun).

Itu karena Jandia Eka Putra, penjaga gawang senior yang sudah sembilan tahun lamanya membentengi jala Semen Padang FC resmi tidak dipertahankan manajemen tim untuk Liga 2 Indonesia 2018.

Keputusan mengejutkan yang diambil PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), anak perusahaan yang ditunjuk jadi pengelola klub milik perusahaan semen tertua tanah air dan Asia Tenggara, PT. Semen Padang rupanya sinyal era baru generasi penjaga gawang tim yang turun kasta ini.

Bersama Muhammad Ridwan, Jandia tidak masuk skema komposisi pemain Syafrianto Rusli, pelatih kepala Semen Padang FC.

“Benar, hanya Rendy yang kita pertahankan. Jandia dan Ridwan tidak. Saya yakin Rendy punya potensi besar dalam membuktikan kemampuannya di tim senior. Kita harus beri kepercayaan. Buktinya Rendy cukup bagus ketika diturunkan jadi starter pada beberapa pertandingan terakhir Liga 1 lalu,” kata Syafrianto Rusli, di sela latihan Selasa sore (9/1).

Untuk menemani penjaga gawang binaan Akademi Semen Padang sejak U-16 di 2013 itu, Semen Padang sudah memanggil dua kiper untuk bergabung ke markas tim, Indarung Kota Padang.

Yaitu, Mukhti Alhaq (24 tahun) nan notabene juga pemain binaan kub berjulukan Kabau Sirah di tim Semen Padang U-21 2014/2015 dan terakhir mengawal gawang klub Liga 2 2017, Persibas Banyumas. Mukhti hadir sejak Piala Walikota Padang, awal Desember.

Kemudian ada Achmad Iqbal Bactiar (20 tahun), eks. kiper Timnas U-16 2013 yang bermain untuk Madura FC. Sejatinya, Iqbal pernah berkostum Semen Padang U-21 diawal 2015. Namun urungnya ajang kompetisi U-21 berputar karena keputusan PSSI yang menggantinya dengan kompetisi Liga 1 U-19.

Semen Padang FC belum berkeinginan menambah jumlah penjaga gawang. Instruktur pelatih nasional PSSI itu tidak ragu dengan pilihannya meski sebagian pendukung dan suporter belum yakin dengan kemampuan ketiga penjaga gawang, mengingat sama-sama berusia muda.

“Rencana ada cari satu kiper lagi. Tapi kita tahan dulu. Ketiga kiper ini selama latihan saya lihat punya kemampuan yang bagus. Mukhti dan Iqbal pernah disini di tim Semen Padang U-21. Kompetisi 2017 keduanya jadi starter Persibas dan Madura FC. Insya Allah mereka bisa bersaing jika kita percaya,” terang pelatih yang merupakan salah seorang generasi pertama Semen Padang FC sejak berdiri di tahun 1980.

Terpisah Rendy mengemukakan soal kesempatan besar yang diberikan manajemen dan tim pelatih Semen Padang FC kepadanya di tim senior.

Keinginannya hanya singkat bakal tampil maksimal untuk klub pertamanya dikancah profesional sepakbola nasional.

“Sebenarnya saya belum bisa komentar apa apa karena belum berbuat, tapi yang jelas ingin tunjukan yang terbaik dan maksimal jika dapat kepercayaan,” sebut pria kelahiran Oktober 1998 itu.

Soal dua rekan penjaga gawang lainnya, Rendy tidak menganggap sebagai saingan. Bahkan penjaga gawang asal Biak, Papua ini mengajak dua kiper lainnya berbuat yang terbaik agar Semen Padang kembali mentas di level elit kompetisi sepakbola nasional.

“Kita saling support, tujuan utamakan yang terbaik untuk tim,” tegasnya.

Rendy yang ikut merasakan kesedihan mendalam turun kastanya Semen Padang, mendukung penuh target manajemen, tim pelatih dan terutama suporter fanatik klub berjulukan Kabau Sirah agar naik kembali ke Liga 1.

“2017 pengalaman berharga bagi saya dalam mempertebal mental bertanding. DIpercaya jadi starter pada beberapa pertandingan terakhir, sangat membantu saya untuk lebih baik lagi dari kedepannya,” tutup Rendy.

Komentar

Komentar

Berita Terkait